BELITUNG, ISLAND WITH STUNNING BEACHES

Although not as popular as Bali or Lombok, Belitung is blessed with some of the best beaches of the country. The sand is soft and as white as palm sugar, and some even argue that the sand here is even whiter than that in Bali. Belitung is also surrounded by more than 100 small islands. Almost all of them are decorated with white sand and granite rocks, and only a few are inhabited. One island in particular, the Lengkuas Island is the site of a 19th century antique light house. The Light House was built in Dutch colonial times and offers a beautiful overview of the area. Burung (Birds) Island, Babi (Pig) Island, Pengadaran Island, Lutung Island, Kera (Apes) Island and Jenang Island, are among some of the smaller islands that offer great experiences.

Get Around
Belitung is small enough that some interesting points on the island can be reached in less than two hours from Tanjung Pandan. However, taxis are non-existant and public transportation on the island is hard to find, so the only practical way to move around is to rent a car or a motorcycle.

Get There
From Jakarta, the easiest way to get to Belitung is obviously by airplane. There are several daily Boeing 737 aircraft served by Sriwijaya Air leaving from Jakarta’s Soekarno Hatta airport direct to Hanandjoeddin Airport in Tanjung Pandan, Belitung. All flights from Jakarta to Belitung depart from Soekarno-Hatta Airport. The flight takes 45 minutes.

Alternatively, you can take the Sea route by PELNI passenger ship from the Tanjung Priok harbor, in Jakarta. Keep in mind that the ship only serves travel to Belitung once every 2 weeks. The journey will take about 24 hours. 

From the Provincial capital, Pangkalpinang, you can get to Belitung Island by taking the daily Bahari speed boats that will take 4 hours. This is by far the most convenient means of Sea transportation and comes complete with air conditioner. Bahari express leaves daily at 14:00 pm from Pangkalpinang, Bangka, to Belitung, and leaves at 07:00 am from Tanjungpandan Belitung to Pangkalpinang.

 

lengkuas-2.jpg

DI Yogyakarta

Yogyakarta atau kadang di ditulis Jogjakarta telah dikenal dengan julukan Keindahan Asia yang Tiada Akhir. Banyak yang mengatakan bahwa hanya sekali mengunjugi Yogyakarta tidaklah cukup.

Sejumlah hal yang bisa Anda rasakan di Jogja akan menjadi luar biasa. Anda dapat mulai dari keindahan alamnya, kekayaan seni dan tradisi dan warisan budaya, hingga berwisata kuliner. Inilah sebabnya mengapa Jogja menjadi tujuan wisata paling sering dikunjungi kedua di Indonesia setelah Bali.

Ada sekitar 70.000 industri kerajinan dan fasilitas lain seperti akomodasi dan transportasi. Sejumlah restoran, agen perjalanan, dan sarana pendukung pariwisata yang layak, dan polisi pariwisata yang di kenal sebagai Bhayangkara Wisata.

Kondisi geografis Jogjakarta yang sangat mendukung, cuaca yang bersahabat memastikan Anda dapat merencanakan perjalanan dengan baik. Pemandangan yang indah sepanjang jalan membuat perjalanan Anda ke setiap tujuan menjadi berarti dan berkesan.

Terdapat sekitar 31 tempat wisata budaya dan 19 wisata alam yang indah untuk Anda jelajahi. Datanglah untuk memastikan bahwa Anda tidak melewatkan waktu megunjungi kemegahan candi Borobudur dan Prambanan serta melihat langsung kerajinan perak di Kotagede.

Selain itu Anda juga dapat mengunjungi Gua Selarong, Pantai Pandansimo, Gunung Gajah, atau Benteng Vredeburg. Untuk mengatahui sejarah kesultanan maka datanglah ke Keraton Yogyakarta dan Tamansari.

Perjalanan ke Jogja tidak akan lengkap tanpa merasakan Jalan Malioboro sebuah surga belanja. Deretan toko dan outletmenjual beragam cenderamata yang bisa Anda bawa pulang. Di sini Anda dapat mencoba kemampuan tawar-menawar dengan penjual.

Lombok

Dengan pantai-pantai yang indah nan ajaib, Gunung Agung Rinjani dan kehidupan laut spektakuler yang menarik untuk dijelajah, pulau lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki banyak destinasi wisata baik di darat maupun di laut. Tidak heran jika Lombok adalah destinasi terpopuler di Nusa Tenggara Barat.

Berkunjunglah ke sini untuk berselancar merasakan ombak besar di pesisir selatan. Tantang nyali Anda dengan mendaki puncak gunung vulkanik. Sewalah sepeda dan sepeda motor untuk berkeliling di sepanjang jalanan ladang padi. Dimana saja Anda ingin meghabiskan waktu, Anda tidak akan kecewa dengan kecantikan alam yang spektakuler di sini.

lombok
Resor terbesar di sini adalah Senggigi, kota pelabuhan yang berada di pesisir pelabuhan yang menyediakan pemandangan matahari tenggelam berwarna emas yang luar biasa di Bali. Pemandangan sunsetyang luar bisa ini sangat tepat dinikmati dengan secangkir minuman yang tersedia di restoran depan laut.

Pengunjung lain di Lombok memilih untuk menghabiskan waktu mereka di pulau Gili-gili, pulau tropis yang terpencil dengan pantai-pantai yang luar biasa indahnya dan lingkungan sekitar yang mewah.

Penduduk asli lombok adalah Sasak, Lombok juga rumah bagi umat Hindu Bali dan juga sejumlah orang Cina, Jawa, Bugis dan Arab.

Sejumlah orang Sasak menganut kepercayaan Islam Wektu Telu yang didefinisikann sebagai “Islam tiga waktu” merujuk pada  salat mereka yang 3 kali sehari dan berbeda dengan  umat Islam yang salat 5 kali sehari. Wektu Telu adalah agama yang unik yang menggabungkan tradisi dan kepercayaan Islam kuno, kepercayaan ini hanya ditemukan di Lombok Utara. Mereka yang menjalani keyakinan ini adalah penganut agama Islam tapi sekaligus menjalani ritual-ritual tradisional. Contohnya sepertiupacara Nyiu yang diadakan setelah seratus hari seseorang meninggal. Keluarga orang yang meninggal mempersembahkan seperti pakaian, sikat gigi dan makanan sehingga orang yang sudah meninggal akan tenang dalam surga.

Festival Agama lainnya diperingati pada awal musim hujan (Oktober-Desember) atau musim panen (April-Mei) dengan selebrasi di desa-desa di seluruh pulau.

Budaya Sasak sangat penting untuk kekuatan dan keahlian fisik dan banyak adat lokal mereflesika kebudayaan ini. Peresehan adalah salah satu tradisi lokal yang menggabungkan pertarungan antara dua pria yang menggunakan rotan panjang dan perisai kecil berbentuk bujung sangkar dari kulit sapi.

Musik dan tarian sangat penting dalam budaya Sasak. Tarian tradisional ditarikan selama upacara-upacara penting. Tarian ini berasal dari tari perang, seperti Gendang Beleq (drum besar) sampai Cupak Gerantang yang populer yang menceritakan kisah cinta dan romansa.

Maluku Utara

teluk-jailolo-2

Maluku utara adalah surga tropis di Indonesia bagian timur. Inilah tempat wisata bahari, budaya, purbakala, sejarah, dan ada istiadat. Daerah ini pada mulanya adalah bekas wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha (Kesultanan Empat Gunung di Maluku) yaitu Bacan, Jailolo, Ternate, dan Tidore.

Ibu kota Maluku Utara terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara. Sejak 4 Agustus 2010 daerah ini menggantikan kota terbesarnya, Ternate, yang berfungsi sebagai ibu kota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur di Sofifi.

Provinsi Maluku Utara terdiri dari 395 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan yang menakjubkan. Pulau yang telah dihuni sebanyak 64 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 331 buah.

Salah pulau yang tidak berpenghuni adalah Pulau Dodola. Pulau ini adalah contoh dari pantai tropis yang indah. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, pengunjung dapat melakukan banyak kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam. Pulau Maitara juga menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Tidore dan Ternate.

Maluku Utara memiliki objek wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias beragam jenis.

Wisata alam seperti batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Ada juga hutan wisata sekaligus taman nasional dengan spesies endemik ranking ke 10 di dunia.

Kawasan suaka alam yang terdiri dari beberapa jenis, baik di daratan maupun di perairan laut seperti Cagar Alam Gunung Sibela di Pulau Bacan, Cagar Alam di Pulau Obi, Cagar Alam Taliabu di Pulau Taliabu dan Cagar Alam di Pulau Seho.

Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam budaya di Kota Ternate, Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Halmaerah Utara.

Taman Nasional Tanjung Puting Tampil dengan Logo dan Slogan Baru

Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) kini tampil dengan logo dan slogan baru untuk meningkatkan citra destinasi tersebut, sekaligus menjadi penanda bahwa TNTP merupakan destinasi istimewa dan siap disejajarkan dengan destinasi kelas dunia lainnya.

Berkat dukungan aktif masyarakat luas pada online voting yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 18 September 2016, terpilihlah logogram Destinasi Tanjung Puting. Logo ini dipilih oleh 33% atau hampir 600 partisipan dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan mancanegara. Selain pemilihan online, sosialisasi dan pemilihan langsung serentak dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Seruyan dengan dukungan serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Logogram yang terpilih mengusung filosofi cinta dan rasa percaya sebagai komunikasi universal yang mampu  menyatukan kebaikan dari semua mahluk. Pelukan orangutan menggambarkan kasih yang tulus kepada Kalimantan, tanah tempat mereka hidup dalam kebersamaan dan saling membutuhkan. Cinta kasih diartikan sebagai tanah subur di mana hal-hal yang baik dapat tumbuh.

Orangutan sebagai ikon dari Tanjung Puting, menggambarkan pusat atraksi tampak memeluk Tanjung Puting dan Pulau Kalimantan di bagian tengah sebagai wujud pertalian antara orangutan – penduduk -dan Borneo, tanah tempat mereka hidup dari generasi ke generasi. Perisai kaya warna dalam motif Dayak melambangkan budaya. Huruf “A” diartikan sebagai rumah khas Dayak dengan pola sayap burung rangkong yang selalu ada di ujung atas atap bangunan dan rumah penduduk.

Terdapat dua warna dominan yaitu coklat dan hijau. Coklat adalah warna bersahaja, mewakili tanah, masyarakat lokal dan rambut orangutan serta kekayaan alam Kalimantan Tengah. Hijau berarti unsur kehidupan, makhluk hidup, pohon-pohon, daun, hutan dan penduduk yang bermukim. Hitam melambangkan kekuatan dan semangat suku Dayak. Merah adalah cinta, energi dan gairah. Jingga adalah simbol keindahan alam yang megah dan kemakmuran.

Sementara itu, The Ultimate Borneo, adalah slogan yang memposisikan Tanjung Puting sebagai pilihan utama dari wilayah Borneo yang memberikan pengalaman unik tak terlupakan sebagai Taman Nasional dan biosfer alami serta konservasi orangutan terbesar di dunia dimana pengunjung dapat melihat langsung orangutan di habitat alami mereka di belantara Kalimantan.

Pencitraan destinasi TNTP ini adalah upaya bersama para pemangku kepentingan pariwisata yangtergabung dalam FTKP (Forum Tata Kelola Pariwisata) Tanjung Puting, dengan dukungan dari Swisscontact WISATA dan Kementerian Pariwisata.

“Kami mengucapkan terima kasih dan bangga atas perhatian, dan partisipasi masyarakat luas dalammemberikan dukungan aktifnya dalam pemilihan logo terbaik yang mewakili citra Destinasi TanjungPuting“ ujar Michael Ryan Juanda, Ketua Badan Pelaksana Harian FTKP Tanjung Puting.
Logogram destinasi Tanjung Puting diluncurkan oleh FTKP Tanjung Puting bersamaan dengan diselenggarakannya upacara pembukaan Festival Babukung di Kabupaten Lamandau pada tanggal 28 hingga 30 Oktober 2016. Salah satu kemeriahan di festival ini adalah kegiatan Fam Trip dengan partisipasi media dan tour operator yang berlangsung pada tanggal 25 hingga 30 Oktober 2016.

TNTP sendiri merupakan destinasi yang melintasi dua kabupaten: Kotawaringin Barat dan Seruyan, di Provinsi Kalimantan Tengah. TNTP sangat identik dengan sebuah kawasan untuk pelestarian orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) dan juga ada nama Camp Leakey, sebuah kawasan pelepasliaran orangutan tertua sekaligus melegenda.

TNTP adalah wujud kemegahan hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia, dilalui jalur sungai lebar indah berkelok-kelok yang menjadi rumah bagi berbagai kehidupan liar dan bertumbuhkembangnya berbagai kekayaan alam, budaya, hingga masyarakatnya, baik di pesisir maupun di pedalaman.

tanjung-puting_20161028_110855-1-300x168.jpg